Periode Pengerjaan
Semester Genap 2026
Peran Saya (Kelompok 2)
Mengonstruksi 3 arsitektur model ARIMA pada kanvas Orange Data Mining, menguji performa menggunakan skema Out-of-Sample Cross-Validation 20 folds dengan 3 forecast steps, membandingkan efisiensi model (AIC/BIC), menetapkan Champion Model, dan menguji diagnostik residual White Noise.
Masalah yang Diangkat
Model autoregresif jangka pendek AR(1) hanya memperhitungkan korelasi 1 bulan sebelumnya sehingga gagal menangkap lonjakan siklis tahunan (RMSE 168,4). Diperlukan arsitektur ARIMA terintegrasi yang mampu menangkap struktur lag musiman 12 bulan dengan efisiensi parameter terbaik.
Data yang Dipakai
Data deret waktu belanja K/L stasioner (d=1) yang dievaluasi dinamis dalam 20 skenario pengujian silang untuk memprediksi 3 periode ke depan secara konsisten.
Metode Analisis
Komparasi model: Baseline ARIMA(12,0,12), Integrated ARIMA(12,1,12), Tuned ARIMA(12,2,11), dan AR(1). Evaluasi metrik standar (RMSE, MAE, MAPE, POCID, R², AIC, BIC) dan uji residual White Noise (rata-rata nol, varians homoscedastic, pola acak).
Hasil Terukur: Champion Model ARIMA(12, 1, 12)
RMSE: 62.9 • MAE: 47.9 • MAPE: 4.2% • R²: 0.921 • AIC: 936.5 • BIC: 997.0
Performa jauh melampaui model AR(1) (RMSE 168.4 vs 62.9). Residual terbukti White Noise dengan fluktuasi stabil di rentang -100 s.d. +150 Miliar Rp.
Simpulan
ARIMA(12,1,12) secara resmi ditetapkan sebagai Champion Model terbaik berdasarkan nilai AIC (936.5) dan BIC (997.0) terendah serta kemampuan menjelaskan model In-Sample (R² = 0.919) yang paling unggul tanpa bias.